bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian

bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian

ilmu

Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan
berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang
paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui
batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya. Andaikata seorang Read the rest of this entry »

Advertisements

Dakwah Yang Terlupakan

Dakwah Yang Terlupakan.

book

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh hafizhahullah berkata,

“Dakwah kepada tauhid merupakan warisan para nabi dan rasul. Akan tetapi dakwah ini, barangsiapa yang tidak hidup di atasnya dan tidak mendalaminya niscaya dia tidak akan memahami bagaimana cara mengajak kepada tauhid. Bahkan, terkadang ada saja orang yang menyangka bahwa hal itu -dakwah tauhid- tidak dibutuhkan lagi. Padahal, penghambaan makhluk kepada Allah jalla wa ‘ala -yang hal itu merupakan tujuan keberadaan makhluk- hanya akan bisa terwujud apabila mereka diseru untuk mengabdi kepada Allah jalla wa ‘ala dengan mentauhidkan-Nya, dengan memahaminya, mengetahui ilmunya serta berusaha untuk menerapkannya. Apabila anda membimbing manusia untuk mentauhidkan Allah dalam hal ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan mereka serta dalam apa saja yang diyakini oleh hati mereka, maka keyakinan dan tauhid itulah yang akan membangkitkan amal salih dan menempa jiwa yang tunduk dan kembali kepada Allah jalla wa ‘ala.” Read the rest of this entry »

Bingung Cari Guru Ngaji? Lihat, Sudahkah Guru Ngajimu Berakhlak Salaf?

Beberapa Nasehat Salaf dalam Memilih “Guru Ngaji”

A. Pengantar
Pembaca mulia, kita semua tentu ingin masuk surga. Kita pun menyadari bahwa jalan satu-satunya menuju surga adalah dengan mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Untuk bisa melaksanakan itu, tentu kita harus mengikuti utusan Allah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diberi wahyu untuk menyampaikan syariat Allah ta’ala. Setalah itu, kita pun harus memahami petunjuk Nabi sebagaimana yang dipahami para shahabat beliau, karena merekalah manusia mulia yang hidup menyertai Nabi, dan langsung mendapat bimbingan dan pengarahan dari beliau.

Nah, pertanyaan yang muncul adalah bagaiamana kita bisa memahami petunjuk Nabi dan para shahabatnya, padahal kita di zaman yang lebih dari seribu tahun dari masa mereka? Read the rest of this entry »